JOURNAL: Teenage Death Star “No Problem Concert!”

“Apapun yang dilakukan sah-sah saja, tidak ada yang salah khususnya bagi band Teenage Death Star.”, ungkapan yang pernah termuntahkan dari mulut Bin Harlan Boer seorang penggiat seni musik dan kata-kata. Ucapan tersebut terlempar ketika menanggapi rilisnya kaset The Lost Tape beberapa tahun lalu. Beberapa orang menganggap band ini hanyalah band mitos belaka karena keberadaannya bagaikan kuntil anak atau setan-setan lokal lainnya seperti pocong, tidak semua orang sempat bertatap muka secara langsung. Sabertooth ini memang selalu begitu tertidur pulas di waktu hibernasinya yang sangat panjang. Mengingat sudah 2 tahun singa purba ini tak terlihat di sirkuit, ada pun hanya sosok sang vokalis Sir Dandy dengan serangan solo karirnya (itu pun itupun tergantung mood).

Disinyalir tahun 2014 jejak terakhir sang sabertooth yang tertinggal, diikuti tahun 2015 menuju tahun 2016 hijrahnya Sir Dandy ke Skotlandia membuat band ini memanjangkan masa cutinya. Tak pernah ada masalah bagi band ini, tak ada yang dikejar, nyaris tak pernah ada ekspektasi.

Sepulang Sir Dandy dari tempat peristirahatan di Edinburgh tersiar secuil harapan bahwa singa purba ini telah bangun dari tidur lelapnya. Dan betul tak lama kemudian tersebarlah sebuah poster bertuliskan No Problem disertai nama Teenage Death Star diimbuh dengan pernyataan bulan Oktober 2016 berseliweran di akun media sosial.

Ternyata benar sang raja kembali, beberapa rekan eksponen musik menghubungi untuk mengajak Sabertooth untuk mengisi keriaan di beberapa acara. Jawabannya positif dengan syarat setelah No Problem Concert yaitu yang akhirnya ditetapkan pada tanggal 30 Oktober 2016 lalu. Acara pesta penyambutan “selamat datang” sang Sabertooth diselenggarakan dan IFI adalah tempat yang dipilih, tempat yang sama seperti dua tahun lalu ketika pesta singa purba berupa konser tunggal juga dirayakan.

Kembalinya sang Sabertooth sepertinya tak akan lama, karena seperti itulah pola sang singa purba meninggalkan jejak bisa jadi masa kembali band ini hanya sampai paruh awal tahun 2017 setelah itu kembali ditelan bumi dan tak ada yang bisa tahu kapan si raja hutan akan kembali.

Dan konser tunggal No Problem ini menjadi “pesta rakyat” yang berkesan, seperti pada hakekatnya tidak terlalu besar bagaikan panggung pribadi pelepas rindu. Tak ada batasan yang ada hanya keliaran abadi yang akan tertanam di raga bahan cerita nina bobo untuk masa depan.

Dan mereka yang melewatkan momen ini maka yang terpampang di pagar IFI adalah “Sorry Sold Out See You Another Next Years”. So see you guys at the pit, NO PROBLEM anything gonna be just fine!

About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>