Journal: THE SIGIT Concert “Mythical Men Ensemble”

Mythical Men Ensemble: Malam Spesial Bersama The SIGIT Versi Orkestra

Adalah sebuah tuntutan pribadi bagi band rock asal Bandung, The S.I.G.I.T., untuk terus berkembang dan bereksplorasi. Hal itu dibuktikan mereka dalam acara bertajuk Mythical Men Ensemble. Berkolaborasi dengan grup orkestra Falzette Music dengan Idhay Adhya menjabat sebagai music composer & arranger, kuartet Rektivianto Yoewono (vokal, gitar), Farri Icksan Wibisana (gitar), Aditya Bagja Mulyana (bass), dan Donar Armando Ekana (drum) berusaha mempersembahkan sajian spesial yang berbeda bagi para penggemarnya. Sebuah konser yang bisa dibilang eksklusif karena terbatas hanya untuk sekitar 500 penonton. Jika umumnya menyaksikan penampilan The S.I.G.I.T. identik dengan loncat-loncat dan hingar-bingar, kali ini penonton diajak untuk duduk, seolah sedang menonton bioskop atau pertunjukkan teater. “Sekali-kali bebas dari bau ketek!” canda Rekti pada press conference dua hari sebelumnya.

Di usia band yang bisa dibilang tidak lagi muda, The S.I.G.I.T. sama sekali belum kehabisan energi untuk mencari-cari tantangan baru sambil bertanya, “Habis ini kita ngapain yah?” Idhay sendiri mengakui, ini merupakan tantangan baginya karena orkestra biasanya identik dengan musik klasik. Kali ini ia akan melakukannya bersama The S.I.G.I.T.

Hari itu, Sabtu 30 Juli 2016 di Teater Tertutup Dago Tea House, Bandung. Suasana spesial sudah terasa ketika memasuki area venue. Tata cahaya yang luar biasa, dan panggung kosong yang biasanya hanya diisi oleh perlengkapan empat orang, kali ini terasa penuh dan megah. Ada deretan violin, cello, perkusi, ekstra mic untuk choir, dan masih banyak lagi terpampang di situ. Konon untuk ‘merangkul’ itu semua, dibutuhkan lebih dari 60 channel di bagian mixer. Sebuah persiapan yang tidak main-main.

Sekitar pukul 20.30, seluruh personil The S.I.G.I.T. dan Falzette Music sudah siap di posisinya masing-masing. Penonton langsung dihantam dengan ‘Detourne’ lalu ‘Gate of 15th’. Dari sebelum acara dimulai, memang sudah banyak yang berfantasi bahwa lagu-lagu dari album ‘Detourn’ bakal lebih istimewa ketika dibawakan bersama orkestra. Dan benar saja, mereka langsung berhasil mengundang tepuk tangan riuh penonton. Sensasi unik serta-merta merambat ke seluruh panca indra ketika nada-nada dari dua judul tersebut diperkaya dengan balutan instrumen orkestra.

The S.I.G.I.T. sepertinya telah memikirkan setlist sebaik-baiknya agar bisa sesuai dengan konsep orkestra sekaligus memanjakan penggemarnya. Mereka membawakan ‘Nowhere End’, sebuah lagu dari album pertama yang jarang sekali dibawakan sebelumnya. Mereka juga melantunkan, ‘All The Time’, lagu romantis yang bagi beberapa orang memang sudah menjadi all-time-favorite. Tidak boleh dilupakan juga judul-judul seperti ‘Live in New York’, ‘Soul Sister’, atau ‘AM Feeling’. Lalu ada ‘Owl and Wolf’, lagu yang juga jarang dibawakan, dipoles menjadi begitu syahdu dan menyayat. Satu yang perlu dicatat, vokal Rekti tampil begitu prima, melolong memenuhi seisi ruangan. Kualitasnya sebagai seorang frontman juga patut diacungi jempol kala mampu menjaga suasana tetap hangat lewat candaan-candaan khasnya.

‘Conundrum’ dan ‘Cognition’ sebelumnya telah diplot menjadi penutup. Tetapi ternyata penonton belum puas, hingga The S.I.G.I.T. pun naik kembali, kali ini tanpa orkestra. Entah di luar rencana atau tidak, ‘Black Summer’, ‘Clove Doper’, dan ‘Black Amplifier’ dibawakan berturut-turut sebagai encore. Mereka pun kembali menjadi The S.I.G.I.T. yang sering kita temui; stage act yang buas serta fantastis.

Rasanya terlalu berlebihan apabila penonton maupun pihak The S.I.G.I.T. sendiri menyebut penampilan malam itu adalah penampilan yang sempurna. Masih banyak yang perlu dan ingin mereka capai. Namun pada kenyataannya, Mythical Men Ensemble memberikan banyak kepuasan pada wajah-wajah yang hadir. Mythical Men Ensemble menjadi bukti upaya The S.I.G.I.T. untuk mencapai level yang lebih tinggi lagi. Melihat fakta seperti itu, kiranya pas jika kita menyebut The S.I.G.I.T. adalah band rock Indonesia yang patut dicatat oleh sejarah.

Category: journal, news
About The Author
-

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>